logo

SMK Kartanegara Kediri

Jl. Ir. Sutami no.27 Kediri

[email protected]

(0354) 689132

logo

123 456 789

[email protected]

Goldsmith Hall

New York, NY 90210

07:30 - 19:00

Monday to Friday

The child has one intuitive aim: self development

Guru, Panutan pendidikan Karakter Siswa

MENTERI Pendidikan dan Kebudayaan Muhadjir Effendy mengatakan para guru harus menjadi panutan pendidikan karakter.

“Momentum Hari Guru Nasional ini hendaknya kita jadikan sebagai refleksi, apakah guru-guru kita sudah menjadi teladan bagi peserta didiknya, dan apakah kita juga sudah cukup memuliakan guru kita yang telah berjuang untuk mendidik dan membentuk karakter kita,” ujar Mendikbud pada upacara puncak peringatan Hari Guru Nasional 2017 di Jakarta, kemarin.

Tema Hari Guru pada tahun ini ialah Membangun pendidikan karakter melalui keteladanan guru. Tema itu, kata Mendikbud, berkaitan erat dengan implementasi Peraturan Presiden Nomor 87 Tahun 2017 tentang Penguatan Pendidikan Karakter. Dalam perpres itu, Presiden mengamanatkan bahwa guru sebagai sosok yang utama dalam satuan pendidikan.

Muhadjir kembali menegaskan penguatan karakter kian mendesak seiring dengan tantangan berat yang dihadapi dunia pendidikan di masa mendatang. “Para siswa-siswi saat ini menghadapi globalisasi yang mengharuskan mereka beradaptasi dengan perkembangan kultural yang ada,” ujarnya.

Muhadjir memaparkan pendidikan di Tanah Air belum lepas dari masalah-masalah mendasar seperti soal kualitas dan kuantitas guru.

Ia mencatat dalam lima tahun terakhir, ada 295 ribu guru yang pensiun. Namun, pe­rekrutan baru belum dilakukan karena ada moratorium sejak tujuh tahun lalu.

Sementara itu, terdapat 738 ribu guru non-PNS di luar guru pendidikan agama Islam yang merupakan domain Kementerian Agama. Jika ditambah dengan guru PAI, jumlahnya 840 ribu. “Kita kekurangan guru, terutama guru PNS.”

Karena sistem pengelolaan saat ini sudah terdesentralisasi, Muhadjir berpesan kepada pemerintah daerah untuk berkomitmen meningkatkan kuantitas dan kualitas guru.

“Anggaran pendidikan 20%. Dari situ, 66% dikelola pemerintah provinsi, kabupaten, dan kota. Yang dikelola Kemendikbud hanya 9%. Perlu ada peran pemerintah daerah untuk ikut melakukan redistribusi guru, meningkatkan kompetensi dan kesejahteraan guru,” jelasnya.

Basuh kaki guru
Peringatan Hari Guru juga berlangsung di berbagai daerah.­ Ratusan siswa SMA Parlaungan di kawasan Berbek, Kecamatan Waru, Kabupaten Sidoarjo, Jawa Timur, misalnya, melakukan aksi cium tangan dan membasuh kaki para guru mereka. Selain karena guru telah memberi ilmu berguna, aksi itu untuk menjaga budaya cium tangan yang hampir punah di kalangan siswa.

Sementara di Klaten, Jawa Tengah, sejumlah guru yang dirawat di Rumah Sakit Cakra Husana (RSCH) mendapat kunjungan manajemen rumah sakit dan hadiah berupa kain batik. Salah satu pasien, Siti Soendari, 77, mengaku terharu mendapat kunjungan direksi RSCH. Terlebih ketika lagu Himne Guru dinyanyikan bersama di ruang rawat inap. “Terima kasih, mendengar lagu itu mengingatkan kembali ketika saya masih aktif sebagai guru matematika dan fisika,” ujarnya.

Sementara itu, Heru Pur­nomo, selaku Sekjen Federasi Serikat Guru Indonesia, dalam keterangan pers kemarin, antara lain, mendesak pemerintah segera memperbaiki tata pengelolaan guru, membayar gaji guru honorer hingga menghilangkan pu­ngutan yang membebani orangtua siswa.

Sumber : https://softwaresekolah.co.id

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *